Senin, 29 Mei 2017

Soto Bandung

Salah satu kuliner kuliner Indonesia ya soto. Beberapa daerah punya resep soto berbeda. Soto makasar, soto bandung, soto kuning Bogor, soto ayam, 

Dan dari setiap daerah yang memiliki resep soto pasti berbeda cita rasanya. Contohnya seperti soto bandung ini, khas dengan kuahnya yang bening, lobak dan kacang kedelai goreng. Tapi karena saya tidak suka kacang kedelai saya tidak memakainya.

Oh ya lobak itu rasanya agak pahit dan berbau langu, nah untuk menghilangkan bau langu dan rasa pahitnya, rebus lobak secara terpisah (setelah diiris tipi), buang airnya, bilas baru masukkan ke dalam kuah soto yang sudah matang. 

Soto Bandung

Senin, 03 April 2017

Ikan Bumbu Pecak

Ada yang pernah dengar bumbu pecak? Saya baru tahu resep ini setelah pindah ke Tangsel. Kalau teman-teman ke BSD dan  lewat jalan puspitek nanti teman-teman akan masuk jalan Pahlawan Seribu, nah di jalan ini berderet aneka kuliner, termasuk bebek Kaliyo yang ngehits dan Sop Janda. Ada salah satu rumah makan khas Betawi di sana, di depannya terpampang spanduk Ikan Gabus Pucung dan Pecak Gurame. Karena penasaran seperti apa sih kuliner betawi kami mampir ke sini tapi tidak pesan ikan pecak melainkan ikan gabus pucung. Tuntas rasa penasaran saya dan sepakat dengan pak suami, lidah kami kurang cocok dengan olahan Ikan Gabus Pucung betawi hahahah.

Ikan kakap bumbu pecak
Lalu siapa sangka akhirnya kini kami tinggal di sebuah daerah yang walaupun secara administratif masuk wilayah kabupaten Bogor dan secara wilayah deket ke Tangerang Selatan, namun secara kultur budaya Betawi banget dari sebutan Encang, Encing, Nyak, Babeh dan Loe Gw yang pasih. Termasuk kulinernya tentu dan yang paling digemari adalah bumbu pecak. Bumbu pecak ini serbagunan lho jika di restoran Betawi hanya disajikan dengan ikan goreng,  pada masyarakat Betawi bumbu ini bisa juga dinikmati dengan tempe goreng, tahu goreng bahkan jengkol goreng. Yang suka jengkol mana suaranya? Hahaha. Saya dan Pak Suami bukan penggemar jengkol tapi penggemar petai, sama-sama baunya hehehe.

Jumat, 24 Maret 2017

Getuk Keju

getuk keju 
Getuk salah satu jajanan pasar yang saya sukai. Terbuat dari singkong kukus yang dihaluskan, diberi pewarna, dibentuk kotak kotak lalu di atasnya ditaburi gula dan parut kelapa. Kalau di Bandung disebutnya getuk lindri. Selain di pasar ada pedagang keliling bersepeda yang menjajakan. Di kampung tempat tinggal saya di sini pun ada penjual keliling getuk tapi sepertinya kurang laris. Ya, anak-anak sekarang lebih suka jajan kerupuk dan chiki di banding jajanan tradisional. Kedua si kecil saya tidak terlalu suka kerupuk dna chiki tapi kurang suka juga jajanan tradisional. 

Jadilah beberapa waktu lalu sekalian ikutan resep kondang (dan ternyata kalah hahaha) saya membuat getuk, biar nambah lezat dipakein keju oles pada campurannya, dimakan dengan toping skm dan stroberi. Menampakkan fotonya menggiurkan kan? Seperti bukan getuk ya hahaha. Biar sedikit kekinian. 

Karena saya tinggal di kampung yang masih banyak kebunnya (kebun tetangga maksudnya) termasuk kebun singkong, jadi warung sebeah menjual singkong fresh hasil mencabut dari kebunnya dengan harga murah. Singkongnya pun pulen. Pulen itu istilah sunda artinya semacam enak. 

Berikut resepnya 
1/2 kg singkong kukus
7-8 sdm SKM
3 sdm keju oles atau keju parut
Bahan toping; skm, keju parut dan stroberi.

Cara membuat 
Haluskan singkong kukus selagi hangat tambahkan skm, dan keju, aduk campur. Lalu bentuk sesuai selera dan hiasi dengan toping agar menarik untuk si kecil.

Senin, 13 Maret 2017

Bolu Pisang

bolu pisang pake cetakan muffin :)

Dipostingan sebelumnya saya share resep Muffin pisang. Kali ini mencoba versi bolunya. Apa bedanya? Kalau bolu bikinnya diaduk pake mixer jadi mengembang dan takarannya beda. Versi muffin atau bolu, sama-sama enak. Tapi tekstur bolu lebih lembut walaupun tidak memakai baking powder, karena dimixer sampai mengembang.

Kamis, 16 Februari 2017

Udang Tumis Cabai

Udang tumis cabai
Udang itu memang dasarnya enak, dimasak apapun tetap enak tapi udang yang segar ya. Sebaliknya kalau tidak segar dimasak seperti apapun rasanya kurang sedap, kurang gurih dan bau amis, pengalaman beberapa kali beli udang tidak segar karena tidak bisa bedain. Setelah berkali-kali salah barulah bisa bedain. Maklum sebelum nikah paling ga suka bantu – bantu di dapur.

Ciri-ciri udang segar, warnanya bening, kalau udangnya bergaris hitam tebal tetap terlihat, kenyal,  kalau ditekan padat, sebaliknya udang yang sudah tidak segar saat dipegang lembek, warna agak kusam dan berbau amis.

Salah satu olahan udang favorit saya adalah di goreng tepung semacam peyek dengan aroma daun bawang. sayangnya sampai saat ini saya belum bisa bikinnya. pernah coba bikin jadinya kurang renyah, kata Ibu harus pake tepung beras, ukurannya? ya dikit aja dikira-kira. Ya, begitulah kalau nanya resep sama Ibu jawabnya, dikira-kira.

Dan yang cocok memang hanya udang tepung buatan Ibu, kalau beli di warung atau resto padang, rasanya tetap tidak selezat buatan Ibu – mungkin sugesti ya hehehe. Tapi bukan itu sih kalau beli rasanya giung karena kebanyakan msg, ehm mungkin pake tepung instan yang dasarnya memang sudah bermsg tinggi.

Well, saya tidak anti makan makanan pake msg tapi tidak kuat kalau kebanyakan, jadinya mual. Itu juga alasan saya kalau kulineran pilih-pilih, biar kata orang dikata orang bubur  si X (misalnya) enak kalau pas dicicipi enaknya karena msg, menurut lidah saya kurang sedap. Lha malah ngomongin msg. Balik lagi ke udang ya teman. Udang tumis ini praktis dan bisa pake takaran bumbu kira-kira ala Ibu saya. Bumbunya cuma bawang merah, bawang putih, tomat, cabai, daun jeruk dan lengkuas (biar harum).

Iris semua bumbu, tumis, lalu masukkan udang yang sudah digoreng setengah matang. Aduk-aduk, koreksi rasa tambahkan garam.

Hidangkan dengan nasi hangat dijamin, enakk…..






Jumat, 25 November 2016

Killer Soft Bread

Akhirnya nyobain resep yang sempat kekinian di IG, ini kali kedua praktik, pertama kali nyoba ga sempat difoto, langsung tandas. Hari itu memang diniatin nyoba resep si killer soft bread  sekalian buat teman makan bubur kacang hijau. Sejak resep dan foto roti ini wara-wiri di IG sebenarnya udah pengen praktik tapi berhubung ragi instan yang logo halalnya belum dapat ya di tahan-tahan. cari ragi instan berlogo halal gampang-gampang susah karena di minimarket jarang jual, di toko bahan kue pun harus toko bahan kue komplit . Oh ya merk raginya mauripan. saya dapat beli di IG, jadi ada akun yang jual khusus bahan kue halal, nama akunnya @nellycarnelian,    bukan endorse ya teman, hanya info jika kesulitan mencari bahan kue halal.

Seperti namanya roti ini memang empuk dan lembut tapi jika masih hangat, seiring waktu kelebutannya berkurang, jadi agar tetap empuk, saya simpan di wadah kedap udara semacam tupperware gitu.

lembut dan empuk


by Victoria Bakes
Bahan
260 g tepung terigu protein tinggi (tepung cakra)
30 g gula pasir
3 g ragi instan
1 butir telur ditambah susu cair hangat hingga berat 160-180 g
30 g margarin
sejumput garam
Untuk olesan kuning telur ditambah 1 sdm susu cair

Cara membuat
campur terigu, gula dan ragi, aduk . Lalu masukkan telur, uleni (saya tidak menggunakan tangan tapi spatula dari kayu belajar dari percobaan pertama yang langsung pake tangan, sangat lengket). Setelah kalis tambahkan margarin dan uleni sampai kalis, dibagian ini baru saya pakai tangan.

bagi adonan masing-masing dengan berat 30-50 g (kalau saya dikira-kira asal ukuran sama besar), isi bagian dalam roti sesua selera. Proping selama 30-45 menit – adonan mengembang hingga dua kali lipat. olesi dengan olesan bagian atas adonan. Panggang hingga matang (saya pakai oven manual jadi panasnya di kira-kira hehehe).

Sabtu, 12 November 2016

Martabak Unyil

Saya pernah memposting resep Martabak Teplon Nyarang. Kali ini martabak unyil dengan loyang yang saya gunakan loyang martabak seperti di abang-abang penjual martabak. Sebenarnya bisa memakai resep yang sama, saya sudah coba membuat martabak unyil dengan resep martabak teplon nyarang, hasilnya sama. Tapi kali ini saya mencoba resep berbeda. Bedanya ada pada penambahan zat pengembangnya, dulu saya memakai baking powder dan ragi. Kali ini baking powder dan baking soda.



Hasilnya sama-sama nyarang dan enak. Bedanya, kalau memakai ragi sarangnya lebih tebal, menurut saya. Berikut resepnya;